Senin, 31 Desember 2012

Sincerely


Saya begitu beruntung punya kamu yang luar biasa di hidup saya. Terima kasih.
Terima kasih untuk datang sekedar beberapa jam hanya untuk membuat saya tidak melewatkan pergantian tahun seorang diri. Tapi kamu terlalu luar biasa untuk menerima yang hanya sekedarnya dari saya. Itu alasan saya memintamu kembali. Kembali ke kotamu, ke hidupmu.

int
Biarkan saya memperbaiki diri untuk nantinya bisa memberimu seutuh-utuhnya saya. Bukan saya yang setengah-setengah. Saya yang hatinya masih tertinggal di masa lalu. Ataupun bila nantinya kamu bertemu orang yang bisa menggenapi, saya tidak apa-apa. Kamu lebih dari pantas untuk itu.

Masih banyak hal-hal tak selesai yang harus saya biarkan menuju akhir. Tidak pantas membiarkanmu menunggu begitu lama untuk sesuatu yang tidak bisa saya janjikan pasti. Saya masih sangat menyayangi orang yang raganya sudah terkubur sedari tiga tahun yang lalu. Dan tidak hanya sekedar dirinya, sebagian dari saya ikut serta. Saya perlu utuh terlebih dahulu. Saya butuh menemukan diri saya sendiri.

Saya tidak akan pernah habis mengucapkan terima kasih untukmu. Untuk perjalanan luar biasa yang kamu berikan. Untuk setiap hal-hal kecil tentang saya yang tertanam di otakmu. Untuk semua pengertian yang tak ada habisnya. Untuk kesabaran yang tidak pernah berbatas. Untuk semua teguran demi menjadikan saya lebih baik. Terima kasih. Saya berutang terlalu banyak. Meski mungkin kamu benci bila semua yang kamu lakukan selalu saya bawa ke dunia materiil. Itu semua tulus, katamu. Tapi saya tidak bisa menjadi seacuh itu. Setidaknya, biarkan saya berharap Tuhan membalas semua. Biarkan doa saya turut menjadikan hidupmu lebih bahagia. Saya yakin, orang sebaik kamu akan memiliki akhir yang luar biasa. Mari saling mendoakan yang terbaik, karena kita tidak akan pernah tahu kapan doa kita saling bersimpangan di genggaman Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your caring..... :)