Minggu, 05 Januari 2014

Tetap Seperti ini Saja

Tetap seperti ini saja
Kau tahu persis warna kesukaan saya putih, saya tahu persis kau cinta warna biru. Cukup sampai disana. Tak elok bila saya terlampau banyak tahu tentangmu. Siapa dapat menahan bila harap semakin besar bukan?

Cukup seperti ini saja
Kau, bertandanglah kemanapun kau suka. Sesekali, saat kau berbalik, seulas senyum sudah cukup
Demikian pula tepukan sayang dikepala. Cukup. Cukup seperti itu saja.

Tetap seperti sekarang saja
Jangan pernah berharap "bilakah tiba saatnya nanti?". Sebab 'nanti' adalah kata yang berbahaya. Bisa habis kau dibabat luka. Luka harapan yang tak akan pernah sampai.

Tetap seperti saat ini saja
Menyimpan asa akan masa depan yang tak pasti bukan hal yang bijaksana. Apalagi dengan keadaan yang terlalu banyak disisipi ragu. Bilakah ini? Akan tepatkah bila? Mampukah kita?

Mari tetap seperti saat ini saja
Nimati apa yang mampu kita kecap sekarang. Masalah perasaan, biarlah tetap menjadi rahasia hati masing-masing. Setiap getar, biarlah hanya mengguncang hati. Entah berhenti, atau bertambah besar, Cukuplah Tuhan yang mengatur.

"Sama seperti kita, perasaan punya jatah usianya sendiri-sendiri. Manusia bukan Tuhan yang bisa mengatur ajal cuman dengan berkata; Kun!"
 _Perempuan

Mari tetap di jalur masing-masing.
Saya berdoa sepenuh harap agar tak saling bersilangan.

Makassar, 1 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your caring..... :)