Rabu, 27 Juni 2012

HATI

“Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
—Tere Liye (Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)


Mungkin seperti itu.
Dimana-mana orang mengumbar rasa suka.
Hari ini untuk yang ini, besok untuk yang itu, entah lusa untuk siapa lagi.
Seakan-akan di hati itu tersedia fasilitas tombol On-Off.

Lalu dimana letak keunikannya bila perasaanmu segampang itu diketahui?
Dimana letak sakralnya bila hatimu segampang itu berpindah tempat?
Saya kira hanya dengan hati manusia bisa saling membedakan.
Hatimu akan terjual semurah apa bila terlalu banyak orang pernah singgah disana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your caring..... :)